"Kamu itu "cagur" mbok ya dandanane sing patut".
"Inggih pak...".
Ya seperti itulah, prolog dari cerita ini.
Lesung pipit itu kembali membutakan mataku. Rasanya tak ingin aku melewatkan sedetikpun untuk mengalihkan mata ini. Sayang jika terlewat bisa-bisa dia terburu pergi. Gadis kerudung putih itu kembali membuatku tercabik rasa takjub. Kembali lesung pipit itu membutakan mataku. Jadi ingat dengan sebuah cerita Romawi kuno, Odipus yang membutakan matanya gara-gara dia jatuh cinta pada seorang wanita. Ternyata wanita itu ibunya sendiri. Ya, sungguh Dia sang Maha Perfect yang telah menciptakan makhluk yang satu ini, dengan keistimewaannya masing-masing.
Ohhhhhh.......
Tulung...tulung...
Rasanya untuk posting yang satu ini, hanya sampai disini dulu.
to be continued
Tidak ada komentar :
Posting Komentar